Senin, 15 April 2013

TUGAS EKONOMI PARIWISATA IV

TUGAS EKONOMI PARIWISATA IV




1    1.  Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?
Diketahui :

a.     Negara Astina. Jumlah penduduk 14.500.000 Jiwa

N
Frekuensi
T
1.150.000
1 x
1.150.000
475.000
2 x
950.000
185.000
3 x
555.000
Total : 1.810.000

Total : 2.655.000

Berdasarkan perhitungan Net Travel Propensity
NTP = N x 100%
P
NTP = 1.810.000  x 100%
            14.500.000
NTP = 12 %



Berdasarkan perhitungan Gross Travel Propensity
GTP =  T x 100%
             P
GTP = 2.655.000   x  100%
          14.500.000
GTP = 18 %


Frekuensi Perjalanannya sebesar :

TF = T
         N
TF = 2.655.000
         1.810.000
TF = 1,39 Kali

b.     Negara Amarta. Jumlah penduduk 9.700.000 Jiwa.

N
Frekuensi
T
675.000
1 x
675.000
355.000
2 x
710.000
193.000
3 x
579.000
Total : 1.223.000

Total : 1.964.000

Berdasarkan perhitungan Net Travel Propensity

NTP = N x 100%
            P
NTP = 1.223.000  x 100%
            9.700.000
NTP = 13 %

Berdasarkan perhitungan Gross Travel Propensity

GTP =  T  x 100%
             P
GTP = 1.964.000    x 100%
            9.700.000
GTP = 20 %

Frekuensi Perjalanannya sebesar :

TF =  T
         N
TF = 1.964.000
         1.223.000
TF = 1,61 Kali

Kesimpulan dari perhitungan diatas adalah Negara Astina merupakan Negara yang memiliki kemampuan lebih besar sebagai Negara asal wisatawan dibandingkan Negara Amarta. Meskipun jelas terlihat dari hasil presentase dan frekuensi perhitungan lebih besar Amarta. Itu disebabkan karena perbedaan jumlah penduduk.
Alasannya adalah :
  •  Jumlah penduduk Astina lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk Amarta. 
  • Negara Astina memiliki kecenderungan melakukan perjalanan lebih banyak dibangdikan Amarta meskipun hanya 1x perjalanan dalam 1 periode.

2.      Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?

a.   Kecenderungan perjalanan bersih tidak akan pernah mencapai 100%. Biasanya nilai     tertinggi hanya akan mencapai 70% - 80%. Hal ini disebabkan oleh kesehatan yang tidak            memungkinkan untuk melakukan perjalanan, tidak cukup uang, terbatasnya waktu ,     terjadi kecelakaan atau musibah, dan lainnya.

b.     Kecenderungan perjalanan kotor dapat saja mencapai lebih dari 100% bahkan tidak  jarang terdapat Negara-negara yang memiliki nilai kecenderungan perjalanan kotor mencapai di atas 200%.
Penyebab kecenderungan perjalanan yang tinggi desebabkan oleh :
·                Pendapatan penduduk yang besar
·                Tingkat profesionalisme masyarakat (Posisi pekerjaan)
·                Penduduk kota-kota besar
·                Kelompok usia antara 20-45 tahun
·                Kelompok keluarga kecil
·                Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi,

3.      Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis,     elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan      tersebut?

a.     Elastis
            Umumnya dialami oleh para wisatawan yang melakukan perjalanan tanpa biaya      sendiri. Peningkatan harga akan diikuti dengan sendirinya namun masih dalam batas-    batas tertentu
Contohnya :
            Family Gathering pada sebuah perusahaan. Perjalanannya tanpa biaya sendiri,        melainkan dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.

b.     Elastisitas Murni
            Pada kondisi ini permintaan akan produk atau jasa pariwisata benar-benar kenyal atau        elastis. Peningkatan harga akan diikuti dengan sendirinya tanpa batas-batas tertentu.
Contohnya :
            Kenaikan Harga BBM, akan mempengaruhi produk atau jasa lainnya. Seperti         kenaikan biaya transportasi, kenaikan bahan-bahan makanan yang akan        mempengaruhi harga makanan pada restaurant, dan sebagainya.

c.     Tidak Elastis
            Biasanya peningkatan harga produk atau jasa pariwisata akan mengakibatkan         penurunan permintaan

Contohnya :
            Kenaikan harga Maskapai penerbangan, Hotel (Paket Tour) akan mengakibatkan    penurunan permintaan. Karena konsumen akan memilih dan mencari produk atau jasa         sesuai dengan kemampuan keuangannya.

Rabu, 03 April 2013

TUGAS III EKONOMI PARIWISATA

Berbicara tentang Club Med , memang terdapat banyak keunikan yang   dapat di temukan didalamnya. Sebelumnya saya memang pernah melakukan on the job training di Club Med resort yang ada di Bali. Pertama saya menginjakan kaki di tempat tersebut saya merasa banyak hal yang aneh , tidak seperti akomodasi hotel lain yang pernah saya temui. Namun banyak hal yang saya pelajari dari tempat tersebut. Ternyata tidak semua akomodasi hotel harus selalu tampil dengan elegan. Club Med mengajarkan banyak hal tentang bagaimana cara mengenal tamu dari sisi yang berbeda.

Club Med memiliki konsep yang berbeda dari yang lain, seperti SDM yang ada di dalamnya. Terdapat 2 tipe karyawan yang biasa di sebut oleh Club Med dengan GO ( Gentil Organisateur ) dan GE ( Gentil Employee ) sedangkan tamu yang datang di sebut dengan GM ( Gentil Membree ) Tentu kedua karyawan tersebut memiliki perbedaan. GO merupakan karyawan yang tidak hanya menetap dalam satu Village Club Med mereka memiliki periode tertentu sebelum nantinya mereka akan pindah ke Club Med village yang lain sedangkan GE adalah karyawan yang tetap berada dalam satu village (biasanya penduduk sekitar)

Jika saya amati dari sistem yang di terapkan oleh Club Med itu merupakan adopsi dari sistem kapal pesiar. Dimana semua karyawan GO mendapatkan kamar dan fasilitas Club Med ( tinggal di dalam Club Med itu sendiri ) dan penetapan shift kerja mereka pun tidak normal selayaknya karyawan biasa. Selain itu, segala fasilitas dan kegiatan yang di buat oleh Club Med membuat para tamunya hanya berada di dalam Club Med tersebut. Club Med didirikan di setiap negara dengan menjadikannya sesuai dengan budaya yang ada di daerah tersebut, sehingga village akan terlihat orisinil oleh karena itu para tamu akan merasa cukup tentang daerah yang di kunjungi walaupun hanya berada di village. 

Melihat dari uraian di atas , kenyataan yang saya temui di Club Med dan melihat dari segala aspek yang di pelajari dalam mata kuliah Ekonomi Pariwisata memang terdapat plus dan minus dari village tersebut.

Manfaat dan masalah ekonomi Club Med terhadap negara perekonomian di negara maju dan negara berkembang

Berdasarkan dari apa yang di ajarkan dalam mata kuliah Ekonomi Pariwisata bahwa kegiatan pariwisata dapat menimbulkan efek berganda bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam pembangunan Club Med. Efek tersebut dapat di rasakan langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat sekitar. Penambahan wisatawaan dapat meningkatkan pendapatan suatu daerah. Kegiatan pariwisata akan terasa medatangkan manfaat pada penjualan, keuntungan, lapangan kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah. Sayangnya Club Med memberikan kelebihan dari akomodasi hotel lainnya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa Club Med menyediakan berbagai fasilitas dan atraksi unik dengan tema yang berbeda setiap harinya, sehingga para tamu yang datang cenderung untuk menghabiskan waktunya untuk menyaksikan atraksi tersebut. Di tambah lagi di dalam village tersebut terdapat butik yang menyediakan berbagai pakaian dengan logo Club Med itu sendiri dan tamu yang datang cenderung memilih barang-barang butik tersebut sebagai konsumsi mereka sendiri ataupun sebagai buah tangan, bukan dari mereka yang berjualan di daerah sekitar. Tamu yang datang ke Club Med merasa sangat di manjakan dan di permudah. Selain itu Club Med menyediakan paket tur wisata suatu daerah di mana Club Med itu berada tentu saja seorang GO yang menanganinya bukan melakukan kerja sama dengan Usaha Perjalanan Wisata daerah sekitar.

 

Dari sistem kepegawaian yang di anut oleh Club Med juga dapat menjadi pendapatan bagi daerah sekitar. Mereka memiliki GO yang akan tinggal di daerah tersebut selama periode kerja mereka, sehingga dapat di pastikan bahwa mereka akan mengkonsumsi yang di buat atau diolah oleh daerah sekitar. Di lihat dari sistem pembayaran Club Med yang include artinya tamu membayar dengan harga paket yang berarti tamu tersebut akan dengan bebas makan, minum dan menikmati fasilitas dengan sepenuhnya. Oleh karena itu Club Med mematok harga yang mahal dan itu di bayarkan per orang bukan berdasarkan kamar yang di sewa. Sistem pembayaran seperti ini yang membuat tamu tidak banyak melakukan perjalanan karena mereka sudah membayar dengan mahal dan pastinya ingin merasakan hasil dari apa yang mereka bayar.

 

Namun di balik kelengkapan yang disediakan Club Med bagi para tamunya, Club Med juga memberikan kesempatan terhadap pedagang-pedagang retail di daerah sekitar dengan di perbolehkan untuk membuka dagangan di dalam village dalam hari dan jam tertentu. Biasanya dinamakan dengan Traditional Market Day , program ini dapat membantu pedagang-pedagang sekitar untuk menjajakan barang dagangannya yang tentu saja akan berdampak pada kehidupan perekonomian mereka.

 

Negara-Negara maju seperti Amerika Serikat dan Italia mungkin tidak merasakan manfaat yang berlebih dari pembangunan Club Med Village karena perusahaan akomodasi ini merupakan kepemilikan Perancis yang tentu saja keuntungan yang diraih akan di larikan balik ke Perancis. Ini merupakan suatu kebocoran ekonomi ( Economic Leakage ) sebenarnya, namun inilah bisnis secara tidak langsung ini merupakan suatu keterikatan yang saling membutuhkan. Suatu negara tidak mungkin berkembang tanpa adanya bisnis pariwisata di dalamnya baik dari dalam maupun dari luar.

 

Pariwisata juga memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar, seperti Club Med yang juga membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara merekrut pekerja untuk menjaga kebersihan pantai serta ekosistem yang ada di sekitar. Tentu saja ini merupakan suatu yang di harapkan pemerintah dalam upaya melestarikan kekayaan alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar dalam perawatannya. Suatu usaha bisnis luar yang akan didirikan di suatu daerah akan memiliki perjanjian hukum di dalamnya agar semua dapat berjalan selaras dan seimbang dan dapat menciptakan keadaan yang saling menguntungkan satu sama lain.

 

Dampak sosial dan pendidikan tentu juga menjadi salah satu yang di akibatkan pariwisata. Dapat kita lihat Bali sebagai contohnya keadaan sosial mereka sudah banyak yang mengarah ke kehidupan luar negeri, selain itu banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara mendorong para masyarakat untuk menguasai keterampilan bahasa asing sebagai modal utama, walaupun mereka tidak memiliki pendidikan yang tinggi, namun dengan bahasa mereka akan dapat hidup dengan cara menawarkan barang yang mereka jual. Keterampilan bahasa asing dirasakan sangat penting di kuasai guna dapat berkomunikasi dengan para wisatawan.

 

Bagi negara-negara berkembang kegiatan bisnis pariwisata dirasakan berpengaruh besar, karena dengan kehadiran industri pariwisata tersebut lah merupakan satu usaha yang dapat di capai agar para wisatawan dapat berkunjung ke daerah mereka dan sesuai dengan perkembangan daerah tersebut akan dapat di kenal di mata wisatawan. Selain itu ada beberapa pengaruh penting dari pariwisata. Pariwisata dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan negara, Pariwisata meningkatkan nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 02 April 2013

TUGAS II EKONOMI PARIWISATA


1.      Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.
                       


2.      Buatkah sebuah diagram/gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen :
1.    Tranportasi
2.    Cinderamata
3.    Makan dan minum
4.    Tour




3.      Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, pada tingkat selanjutnya dikeluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- . Berapakah Efek Berganda yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut, dari kegiatan makan dan minum tersebut ?

Efek Berganda Pendapatan Nir Ortodoks (Unorthodox)

M
=
DS + IS + IdS
E


Keterangan :
DS
: Pengeluaran langsung
IS
: Pengeluaran tidak langsung
IdS
: Pengeluaran ikutan
E
: Pengeluaran awal wisatawan

M = Rp.25000 + Rp. 3.350 + Rp.2.150 + Rp. 1.475
                              Rp.25.000
          = Rp. 31.975
             Rp. 25.000
          = Rp. 1,3/hari

Akibat 1 wisatawan, mengakibatkan penambahan pendapatan sebanyak 1,3